Apa Saja Bagian-Bagian Scaffolding dan Fungsinya?

bagian-bagian-scaffolding-dan-fungsinya

Halo, Sobat Konstruksi! Ingin order banyak tapi terkadang masih bingung bagian-bagian scaffolding mana yang krusial?

Jika iya, tahukah Anda bahwa sebuah struktur scaffolding yang kokoh sebenarnya terdiri dari berbagai komponen kecil yang bekerja secara sinergis? 

Mengabaikan satu bagian saja dapat berakibat fatal pada stabilitas seluruh struktur.

Nah, kami akan menjelaskan mengenai bagian-bagian scaffolding dan fungsinya secara detail, teknis, namun tetap mudah dipahami. 

Dengan memahami anatomi ini, Sobat Konstruksi dapat memastikan proyek berjalan efisien dan memenuhi standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Baca sampai habis ya!

Pentingnya Memahami Anatomi Scaffolding

Scaffolding bukan sekadar susunan pipa besi. Ia adalah sebuah sistem rekayasa teknik yang dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata ke permukaan tanah. 

Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA), kegagalan struktur perancah sering kali disebabkan oleh hilangnya integritas pada salah satu komponen utamanya, seperti pengunci yang longgar atau ketiadaan penyangga silang.

Mari kita bedah satu per satu bagian utama yang membentuk satu kesatuan set scaffolding ya.

Bagian-Bagian Utama Scaffolding dan Fungsinya

1. Main Frame (Rangka Utama)

Mainframe adalah komponen vertikal terbesar yang berfungsi sebagai penopang utama beban keseluruhan. Rangka ini berbentuk seperti gawang dan menjadi jalur utama bagi beban mati (berat perancah itu sendiri) dan beban hidup (pekerja dan material).

  • Fungsi Utama

Sebagai struktur vertikal penyangga dan penentu ketinggian tingkat perancah.

  • Spesifikasi Penting

Mainframe berkualitas harus memiliki sambungan las yang rapi dan presisi untuk menghindari kemiringan.

2. Cross Brace (Penyangga Silang)

Sesuai namanya, cross brace dipasang secara menyilang (diagonal) antara dua mainframe. Komponen ini membentuk pola segitiga yang secara mekanika teknik adalah bentuk yang paling stabil untuk menahan gaya geser atau goyangan.

  • Fungsi Utama

Memberikan kekakuan pada struktur dan mencegah scaffolding bergoyang atau roboh ke samping (lateral).

  • Pentingnya

Tanpa cross brace, scaffolding akan sangat labil dan berbahaya bagi pekerja yang berada di atasnya.

3. Join Pin (Penyambung)

Join pin atau pasak penyambung adalah komponen kecil namun sangat vital. Alat ini digunakan untuk menyambungkan dua mainframe secara vertikal saat Anda ingin menambah ketinggian perancah.

  • Fungsi Utama: Mengunci sambungan antar tingkat agar tidak bergeser atau terlepas.
  • Catatan K3: Pastikan join pin masuk dengan sempurna dan tidak ada celah longgar antara pipa atas dan bawah.

4. Base Plate dan Jack Base (Pelat Dasar)

Base plate atau Jack Base adalah plat baja rata yang diletakkan di bagian paling bawah mainframe. Jika permukaan tanah tidak rata, digunakan Jack Base yang memiliki ulir untuk mengatur ketinggian masing-masing kaki.

  • Fungsi Utama

Menyalurkan beban dari pipa scaffolding ke permukaan tanah agar kaki perancah tidak terperosok ke dalam tanah atau merusak lantai.

  • Tips

Selalu gunakan alas kayu (sole board) di bawah base plate jika bekerja di atas tanah lunak.

5. Ledger (Horisontal)

Ledger adalah pipa horizontal yang menghubungkan antar standar (tiang vertikal) secara memanjang.

Berfungsi sebagai pengikat antara tiang dan juga bisa berfungsi sebagai tumpuan untuk papan kerja (platform).

Butuh Scaffolding 1 Set Baru?

SKJ menyediakan Scaffolding 1 Set Baru berkualitas untuk konstruksi, siap kirim untuk kebutuhan proyek eceran maupun grosir.

Konsultasi Harga

6. Platform atau Catwalk (Papan Kerja)

Ini adalah area di mana pekerja berdiri dan meletakkan alat kerja mereka. Catwalk biasanya terbuat dari baja dengan permukaan bertekstur agar tidak licin. 

Fungsi utamanya menjadi lantai kerja yang aman bagi manusia dan material. Mengenai standar keamanan, Platform harus mampu menahan beban minimal empat kali lipat dari beban maksimum yang direncanakan.

7. Coupler (Pengikat/Klem)

Coupler atau Clamp digunakan untuk menyambung pipa perancah pada sudut-sudut tertentu, terutama pada jenis Tube and Coupler

Ada dua jenis utama: Right Angle Coupler (sudut 90 derajat) dan Swivel Coupler (sudut fleksibel). Fungsi utamanya yaitu menghubungkan dua pipa dengan kuat agar tidak bergeser.

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik

Konsultasikan kebutuhan scaffolding proyek Anda sekarang. SKJ Scaffolding siap memberikan harga terbaik, spesifikasi jelas, dan dukungan profesional untuk kebutuhan B2B konstruksi.

Minta Penawaran via WhatsApp
Scaffolding Galvanis K1 SKJ untuk Proyek Konstruksi

Contoh Studi Kasus: Dampak Ketidaktepatan Pemasangan Scaffolding terhadap Keselamatan

Menurut beberapa penelitian dalam literatur konstruksi, kesalahan teknis dalam struktur scaffolding dapat menjadi penyebab utama kecelakaan di lokasi proyek. 

Sebuah studi yang mempelajari faktor-faktor kecelakaan perancah menemukan bahwa faktor teknis seperti kesalahan pemasangan dan kurangnya stabilitas komponen adalah penyebab terbesar kecelakaan scaffolding yang mengakibatkan cedera atau kematian pekerja. 

Studi yang sama menunjukkan bahwa jika bagian-bagian seperti cross brace, ledger, atau platform tidak dipasang dengan benar, struktur scaffolding bisa menjadi goyah dan bahkan runtuh di bawah beban kerja normal. Penelitian ini menekankan pentingnya kontrol kualitas, keterampilan pemasangan, dan pemeriksaan rutin pada semua komponen scaffolding sebagai strategi pengurangan risiko di lokasi konstruksi. 

Mengapa Setiap Bagian Scaffolding Itu Penting?

Dalam praktik konstruksi, setiap komponen scaffolding punya peran unik yang saling terintegrasi untuk menjaga keselamatan, stabilitas, dan produktivitas kerja:

  • Struktur vertikal dan horizontal (standards & ledgers) mendukung beban kerja secara keseluruhan.
  • Bracing dan coupler menjaga rigitas dan kekuatan koneksi antar komponen.
  • Platform serta guardrail melindungi aspek keselamatan kerja secara langsung.
  • Base plates dan sole boards menjamin kestabilan struktur pada berbagai kondisi tanah.

Tanpa salah satu komponen tersebut, risiko kecelakaan menjadi jauh lebih tinggi, dan efisiensi kerja bisa menurun drastis.

5. Panduan Praktis Memilih Scaffolding dengan Bagian Lengkap dan Berkualitas

Sobat Konstruksi yang sedang merancang atau mengelola proyek, memilih scaffolding berkualitas sangatlah krusial untuk keselamatan serta performa proyek. Komponen seperti mainframe (frame utama), cross brace, base plate, coupler, dan platform harus tersedia lengkap, kuat, serta sesuai standar industri.

Penawaran Spesial untuk Sobat Konstruksi

Siap meningkatkan standar keamanan proyek? Tersedia pembelian eceran & grosir.

Scaffolding T170 Pipa Hitam

T170 Pipa Hitam (1.8mm)

  • Tinggi 170 cm
  • Pipa mild steel
  • Ketebalan 1.8mm & 2mm
  • 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
  • Cat celup luar-dalam
✔ Ready Stock
Tanya Harga
Scaffolding T170 Galvanis

T170 Galvanis (1.8mm)

  • Tinggi 170 cm
  • Lapisan galvanis anti karat
  • Ketebalan 1.8mm full
  • 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
  • Tampilan silver
✔ Ready Stock
Tanya Harga
Scaffolding T190

T190 (1.8mm)

  • Tinggi 190 cm
  • Untuk bangunan bertingkat
  • Hitam / Galvanis
  • 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
  • Ruang kerja lebih lega
⏳ Wajib Inden (Min. 10 Set)
Tanya Harga

Konsultasi Gratis Sekarang!

Bingung menentukan berapa banyak set yang dibutuhkan untuk luas bangunan Anda? Atau ingin memastikan spesifikasi teknis lainnya? Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami.

Sobat Konstruksi bisa mendapatkan layanan Konsultasi Gratis dengan tim Customer Service kami yang berpengalaman. 

Kami akan membantu Anda menghitung kebutuhan scaffolding secara akurat agar anggaran proyek Anda tetap efisien.

Konsultasi & Tanya Scaffolding

Butuh rekomendasi scaffolding yang tepat untuk proyek Anda? Tim SKJ Scaffolding siap membantu konsultasi teknis, spesifikasi material, hingga estimasi kebutuhan proyek.

Konsultasi via WhatsApp
Tim Customer Service SKJ Scaffolding di Proyek Konstruksi

Ingat, penghematan kecil dengan membeli scaffolding berkualitas rendah (tipis) bisa berujung pada kerugian besar akibat kecelakaan kerja. Pilihlah kualitas K1 1,8mm dari SKJ untuk keamanan tanpa kompromi.

Daftar Referensi dan Sumber Data:

  1. Safety scaffolding in the construction site.  ResearchGate.
  2. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). A Guide to Scaffold Use in the Construction Industry. 
  3. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Modul Pelatihan Teknisi Perancah (Scaffolding) Tingkat Dasar. 
  4. Universitas Islam Indonesia. Analisis Stabilitas Struktur Perancah Frame pada Proyek Konstruksi Gedung. 
  5. Construction Safety Association of Ontario (CSAO). Scaffolding Safety Manual. 
Share the Post: