Fyi sobat konstruksi, scaffolding merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk menjamin keselamatan dan efisiensi kerja di ketinggian.
Tanpa penggunaan scaffold yang tepat, pengerjaan proyek bisa menjadi tidak aman, lambat, atau bahkan tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
Secara garis besar, scaffolding adalah struktur sementara yang dibuat untuk mendukung pekerja serta material ketika melakukan pekerjaan di ketinggian atau pada area yang sulit dijangkau.
Penggunaan scaffolding bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga merupakan bagian dari praktik keselamatan kerja yang wajib dipenuhi di setiap proyek konstruksi.
Nah jika Anda berniat membeli dalam jumlah besar, perlu mengetahui beberapa bagian scaffolding.
1. Apa Itu Scaffolding dan Fungsinya?
Scaffolding bisa diartikan sebagai perancah atau struktur sementara yang dipasang untuk menyediakan platform kerja bagi pekerja maupun jalur untuk pengangkutan material.
Platform ini biasanya dipasang secara vertikal dengan susunan pipa atau rangka sehingga pekerja dapat bergerak secara aman pada ketinggian bangunan yang sedang dibangun atau direhabilitasi.
Fungsi utama scaffolding adalah:
- Menyediakan akses kerja pada ketinggian;
- Menopang pekerja dan material;
- Memberikan stabilitas dan keamanan selama pengerjaan;
- Mempermudah proses inspeksi dan pengawasan di area tinggi.
2. Berapa Banyak Jenis Scaffolding yang Ada?
Sobat Konstruksi perlu tahu bahwa secara umum ada lima jenis scaffolding utama yang sering digunakan dalam proyek konstruksi profesional saat ini:
- Tube and Coupler Scaffolding (Tabung dan Pengikat)
- Frame Scaffolding (Bingkai)
- Modular Scaffolding (Sistem Prefabrikasi)
- Suspended Scaffolding (Gantung)
- Mobile Scaffolding (Beroda)
Jenis-jenis ini sering dijadikan pilihan karena kepraktisan, fleksibilitas, serta kapasitas dukungnya sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi modern.
2.1. Tube and Coupler Scaffolding (Tabung dan Pengikat)

Tube and Coupler adalah scaffolding yang dibangun dari tulangan pipa baja yang dihubungkan oleh coupler atau pengikat. Sistem ini merupakan salah satu jenis scaffolding tradisional yang paling fleksibel.
Karakteristik:
- Dapat disesuaikan dengan bentuk bangunan yang tidak beraturan;
- Cocok digunakan untuk proyek besar dan struktur kompleks;
- Memerlukan waktu pemasangan yang lebih lama dibandingkan jenis lain.
Kelebihan & Kekurangan:
| Kelebihan | Kekurangan |
| Fleksibel dan mudah dibentuk | Waktu pemasangan relatif lama |
| Struktur kuat dan tahan lama | Memerlukan tenaga terlatih |
Contoh Aplikasi:
Tube and coupler sering dipakai pada proyek gedung bertingkat tinggi atau konstruksi unik dengan bentuk tidak simetris, seperti fasad bangunan yang melengkung.
2.2. Frame Scaffolding (Bingkai)

Frame scaffolding merupakan jenis scaffolding yang paling sering terlihat di lapangan. Sistem ini menggunakan rangka fabrikasi berbentuk persegi yang mudah dipasang dan dibongkar.
Karakteristik:
- Struktur berbentuk bingkai siap pakai;
- Mudah dipasang, dibongkar, dan disusun;
- Umumnya digunakan untuk pekerjaan ringan hingga menengah.
Frame scaffolding banyak dipilih karena mobilitasnya yang tinggi dan kebutuhan keterampilan pemasangan bagian scaffolding yang relatif sederhana.
Dapatkan Penawaran Harga Terbaik
Konsultasikan kebutuhan scaffolding proyek Anda sekarang. SKJ Scaffolding siap memberikan harga terbaik, spesifikasi jelas, dan dukungan profesional untuk kebutuhan B2B konstruksi.
Minta Penawaran via WhatsApp
2.3. Modular Scaffolding (Sistem Prefabrikasi)

Modular scaffolding adalah sistem yang terdiri dari komponen yang sudah dipabrikasi sehingga ketika dirakit bisa membentuk struktur yang kuat.
Karakteristik:
- Komponen dirancang untuk saling terkunci dengan sistem yang mudah;
- Pemasangan lebih cepat dibandingkan tube and coupler;
- Memberikan kestabilan tinggi pada struktur yang besar.
Modular sering dikaitkan dengan sistem seperti ringlock, cuplock, atau sistem lainnya yang memungkinkan variasi konfigurasi sesuai kebutuhan proyek.
2.4. Suspended Scaffolding (Gantung)

Suspended scaffolding adalah struktur yang digantung dari bagian atas bangunan menggunakan kabel atau tali baja. Jenis ini sering digunakan untuk pekerjaan eksterior seperti pembersihan atau pengecatan gedung bertingkat tinggi.
Karakteristik:
- Tidak membutuhkan penopang dari tanah;
- Dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan;
- Cocok untuk pekerjaan yang memerlukan pergerakan vertikal.
2.5. Mobile Scaffolding (Beroda)

Mobile scaffolding dilengkapi dengan roda atau caster di bagian bawah sehingga mudah dipindahkan dari satu titik ke titik lain.
Karakteristik:
- Ideal untuk pekerjaan indoor atau area yang sering berpindah;
- Tidak perlu dibongkar jika ingin dipindahkan;
- Memberikan efisiensi waktu pada pekerjaan yang luas.
Nah, sobat konstruksi. Diantara 5 jenis scaffolding diatas yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah jenis 1 dan 2.
Frame scaffolding yang paling massive digunakan di proyek besar dan kecil, salah satunya juga menjadi produk Andalan SKJ.
Untuk sobat konstruksi yang ingin menggunakan jenis scaffolding frame, Anda bisa menyimak studi case menarik yang membuat Anda semakin yakin membeli jenis ini.
Butuh Scaffolding 1 Set Baru?
SKJ menyediakan Scaffolding 1 Set Baru berkualitas untuk konstruksi, siap kirim untuk kebutuhan proyek eceran maupun grosir.
3. Contoh Studi Kasus Penggunaan Scaffolding di Proyek Konstruksi
Agar Sobat Konstruksi lebih mudah memahami perbedaan pada jenis scaffolding dan aplikasinya dalam proyek nyata, berikut ini adalah study case dari penelitian jurnal:
Case Study: Analisa Perbandingan Scaffolding Ringlock dan Frame
Sebuah penelitian di proyek MCC Room IPA Bekasi meneliti perbandingan antara scaffolding ringlock dan frame scaffolding dari segi biaya dan waktu pemasangan.

Temuan Utama:
- Biaya sewa scaffolding ringlock lebih tinggi dibandingkan frame, namun waktu pemasangannya lebih cepat (8 hari vs 16 hari).
- Biaya pembelian perancah ringlock juga lebih tinggi dibanding frame.
- Ringlock lebih efisien secara waktu yang dapat mengurangi labor cost meskipun harga bahan awal lebih tinggi.
Sumber data: Analisa Perbandingan Biaya Penggunaan Scaffolding Ringlock dan Scaffolding Frame. DOI Jurnal Talenta Sipil 8(1):148–157.
Kesimpulan Study Case:
Pemilihan jenis scaffolding bukan hanya soal harga per unit, tetapi juga efisiensi waktu dan tenaga kerja di lokasi.
Kenapa Pilih SKJ?
- Produk kualitas K1 untuk keselamatan maksimal
- Material tebal dan kuat
- Ready stock, siap kirim
Penawaran Spesial untuk Sobat Konstruksi
Siap meningkatkan standar keamanan proyek? Tersedia pembelian eceran & grosir.
T170 Pipa Hitam (1.8mm)
- Tinggi 170 cm
- Pipa mild steel
- Ketebalan 1.8mm & 2mm
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Cat celup luar-dalam
T170 Galvanis (1.8mm)
- Tinggi 170 cm
- Lapisan galvanis anti karat
- Ketebalan 1.8mm full
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Tampilan silver
T190 (1.8mm)
- Tinggi 190 cm
- Untuk bangunan bertingkat
- Hitam / Galvanis
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Ruang kerja lebih lega
Konsultasi gratis dengan tim CS untuk pemilihan jenis dan jumlah sesuai kebutuhan proyek Anda
Tim Customer Service kami juga siap membantu Sobat Konstruksi menentukan jenis dan spesifikasi yang paling tepat.
Konsultasi & Tanya Scaffolding
Butuh rekomendasi scaffolding yang tepat untuk proyek Anda? Tim SKJ Scaffolding siap membantu konsultasi teknis, spesifikasi material, hingga estimasi kebutuhan proyek.
Konsultasi via WhatsApp
Sobat Konstruksi yang serius dalam proyeknya wajib mempertimbangkan faktor-faktor di atas serta memilih supplier yang dapat memberikan produk berkualitas dan konsultasi profesional.
Jadikan SKJ Scaffolding mitra suplai kebutuhan scaffolding dalam jumlah besar dan kecil.
Sumber Referensi:
- LSP Katiiiga Pass. (n.d.). Mengenal jenis scaffolding: Pilih yang tepat untuk proyek Anda.
- PAKKI. (2023). Mengenal jenis scaffolding: Pilih yang tepat untuk proyek Anda. Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia.
- Wibowo, A., & Saputra, R. (2025). Analisa perbandingan biaya penggunaan scaffolding ringlock dan scaffolding frame proyek pembangunan MCC room IPA Bekasi. ResearchGate.


