Anda konstruksi baru yang sedang punya proyek pembangunan? tapi terkadang masih bingung untuk perhitungan kebutuhan scaffolding.
Tenang sobat konstruksi,
Menghitung kebutuhan scaffolding secara akurat adalah langkah penting dalam perencanaan proyek konstruksi. Perhitungan yang tepat tidak hanya membantu memperkirakan jumlah peralatan yang diperlukan, tetapi juga mengoptimalkan biaya, waktu pemasangan, dan keselamatan kerja.
Kami akan menjelaskan secara detail, formal namun mudah dimengerti, bagaimana menghitung kebutuhan scaffolding per m² dengan berbagai metode kalkulasi.
Sobat Konstruksi yang menjalankan usaha rental, reseller, maupun penjual scaffolding akan menemukan panduan ini sangat berguna untuk memberikan penawaran yang realistis kepada klien dan mengatur stok peralatan dengan benar.
1. Mengapa Perhitungan Kebutuhan Scaffolding Itu Penting?

Dalam perencanaan konstruksi, menentukan jumlah scaffolding yang dibutuhkan adalah bagian dari Quantity Take-Off (QTO) yang mempengaruhi perhitungan biaya, material, serta jadwal proyek.
Hitungan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kerja tidak efisien atau berbahaya, sedangkan hitungan yang terlalu banyak dapat menaikkan biaya dan memperbesar stok inventory yang tidak efisien.
2. Metode 1: Menggunakan Luas Area
Metode ini cocok untuk estimasi awal ketika proyek memiliki area kerja yang relatif datar atau luas area yang jelas seperti pekerjaan pengecoran dak atau plesteran.
2.1 Hitung Luas Area Kerja
Langkah pertama adalah menentukan luas area yang akan dipasang scaffold. Cara paling sederhana adalah:

2.2 Tentukan Kebutuhan Scaffolding per m²
Dalam pendekatan sederhana, setelah luas area diketahui, kita dapat menentukan kebutuhan scaffolding berdasarkan standar luas scaffolding per unit.
Misalnya satu unit scaffolding (standard frame + cross brace) akan menutupi area tertentu berdasarkan konfigurasi scaffold di lapangan.
Jika total luas scaffolding yang diperlukan adalah 16 m² dan luas area kerja

Hitungan ini memberi gambaran jumlah unit scaffolding yang harus tersedia.
2.3 Tambahkan Cadangan
Selalu tambahkan persentase cadangan material, umumnya antara 5–10% untuk mengantisipasi area tidak terduga atau perubahan desain.
3. Metode 2: Menggunakan Dimensi Area (Panjang × Tinggi)
Untuk proyek yang area kerjanya berbentuk dinding vertikal atau fasad bangunan, metode yang digunakan adalah dengan mengalikan panjang dengan tinggi area untuk mendapatkan luas permukaan vertikal yang akan dipasangi scaffolding.

Pendekatan ini sering dipakai dalam proyek pengecatan fasad atau pemasangan elemen vertikal lainnya.
Perhitungan tersebut kemudian dapat dikonversi ke jumlah bay scaffolding berdasarkan ukuran bay standar (misalnya 2 × 1,7 m) untuk mengetahui jumlah frame, braces, dan komponen lainnya yang diperlukan.
4. Metode 3: Menghitung Per Komponen per Bay
Metode ini sering dipakai dalam perhitungan lebih rinci pada proyek yang memerlukan scaffolding tingkat tinggi atau memiliki kebutuhan komponen yang spesifik, seperti main frame, cross brace, join pin, dll.
4.1 Konsep Per Bay
Dalam scaffolding, bay adalah unit scaffolding yang terpisah secara vertikal dan horizontal — misalnya setiap 2 meter panjang dan 1,7 meter tinggi adalah satu bay.
4.2 Menghitung Jumlah Bay
Jika panjang area 12 meter dan bay panjang standar 2 meter, jumlah bay:

Jika tinggi area 8 meter dan setiap lift atau level scaffolding setinggi 1,7 meter, jumlah level:

4.3 Menghitung Total Komponen
Setelah jumlah bay diketahui, komponen scaffolding dihitung berdasarkan standar komponen per bay. Misalnya satu bay membutuhkan:
- 2 mainframe
- 2 cross brace
- 4 join pin
- 1 deck/platform
Maka total kebutuhan komponen:
- Main frame: (30 x 2 = 60)
- Cross brace: (30 x 2 = 60)
- Join pin: (30 x 4 = 120)
Metode ini membantu Anda mengetahui kebutuhan komponen secara detail, bukan hanya luas area.
Dapatkan Penawaran Harga Terbaik
Konsultasikan kebutuhan scaffolding proyek Anda sekarang. SKJ Scaffolding siap memberikan harga terbaik, spesifikasi jelas, dan dukungan profesional untuk kebutuhan B2B konstruksi.
Minta Penawaran via WhatsApp
5. Contoh Studi Kasus
Studi Kasus: Perhitungan Scaffolding untuk Cor Dak Rumah
Sobat Konstruksi menerima proyek pengecoran dak rumah seluas 60 m² dengan lebar sisi vertikal 6 meter dan tinggi struktur 3 meter.

Hasil ini menunjukkan berapa banyak inventory scaffolding yang harus disiapkan untuk pekerjaan tersebut.
Studi lain dalam penelitian Construction Site Scaffolding Completeness Detection menyoroti pentingnya pemasangan lengkap semua komponen seperti cross brace agar struktur stabil, dan hal ini sebaiknya diperhitungkan dalam estimasi kebutuhan.
6. Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Kebutuhan Scaffolding
Beberapa hal perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kebutuhan scaffolding secara nyata:
6.1 Tinggi Bangunan
Semakin tinggi area kerja, semakin banyak level scaffold dan komponen penyangga yang dibutuhkan.
6.2 Jenis Pekerjaan
Pekerjaan pengecatan fasad memerlukan platform yang luas, sedangkan kegiatan struktural berat mungkin memerlukan konfigurasi scaffolding yang lebih kompleks, sehingga komponen tambahan diperlukan.
6.3 Desain dan Kontur Struktur
Bentuk bangunan yang tidak beraturan memerlukan penyesuaian perencanaan scaffolding yang lebih rumit sehingga kebutuhan material bisa meningkat.
Butuh Scaffolding 1 Set Baru?
SKJ menyediakan Scaffolding 1 Set Baru berkualitas untuk konstruksi, siap kirim untuk kebutuhan proyek eceran maupun grosir.
7. Tips Praktis agar Perhitungan Lebih Akurat
a. Gunakan Perangkat Pengukuran yang Tepat
Gunakan meteran laser atau alat ukur digital untuk mendapatkan ukuran panjang, lebar, dan tinggi area kerja dengan presisi.
b. Pertimbangkan Efisiensi Lapangan
Masukkan cadangan ±5–10% untuk mengantisipasi perubahan proyek atau kebutuhan tak terduga.
c. Konsultasi dengan Tenaga Ahli K3
Perhitungan scaffolding yang baik juga harus mempertimbangkan standar keselamatan kerja (K3) untuk memastikan struktur scaffolding tidak hanya cukup dari jumlah, tetapi juga aman dipakai.
Penawaran Spesial untuk Sobat Konstruksi
Siap meningkatkan standar keamanan proyek? Tersedia pembelian eceran & grosir.
T170 Pipa Hitam (1.8mm)
- Tinggi 170 cm
- Pipa mild steel
- Ketebalan 1.8mm & 2mm
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Cat celup luar-dalam
T170 Galvanis (1.8mm)
- Tinggi 170 cm
- Lapisan galvanis anti karat
- Ketebalan 1.8mm full
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Tampilan silver
T190 (1.8mm)
- Tinggi 190 cm
- Untuk bangunan bertingkat
- Hitam / Galvanis
- 2 Frame, 2 Brace, 4 Join Pin
- Ruang kerja lebih lega
Konsultasi Gratis dengan Tim CS Kami
Sobat Konstruksi juga dapat berkonsultasi gratis dengan tim Customer Service SKJ untuk mendapatkan rekomendasi kebutuhan scaffolding sesuai perhitungan luas area atau rencana proyek Anda!
Konsultasi & Tanya Scaffolding
Butuh rekomendasi scaffolding yang tepat untuk proyek Anda? Tim SKJ Scaffolding siap membantu konsultasi teknis, spesifikasi material, hingga estimasi kebutuhan proyek.
Konsultasi via WhatsApp
Menghitung kebutuhan scaffolding per m² sangat penting dalam merencanakan penggunaan material secara efisien dan aman.
Perhitungan yang akurat membantu Sobat Konstruksi meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, serta mengurangi risiko kesalahan di lapangan. Dengan inventory scaffolding berkualitas dari SKJ, perencanaan dan pelaksanaan proyek menjadi lebih mudah dan aman.
Sumber Referensi:


