Menghitung anggaran untuk proyek tentu tidak hanya memikirkan harga hemat tapi bagaimana memilih bahan atau kebutuhan proyek yang berkualitas, bukan?
Nah, Sobat yang sedang mencari scaffolding berkualitas pastinya harus mempertimbangkan harga yang sepadan dengan kualitas. Khususnya untuk proyek jangka panjang.
Ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak banyak kontraktor, pemilik rumah, hingga staf pengadaan proyek:
Lebih hemat mana, sewa scaffolding atau beli scaffolding?
Jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya tergantung pada jenis proyek, lama waktu pekerjaan, serta rencana penggunaan jangka panjang.
Nah, kita akan membantu Sobat membahas perbandingan menyewa dan membeli scaffolding, lengkap dengan keuntungan, kerugian, hingga data pendukung.
1. Harga Sewa Scaffolding – Sekilas Terlihat Lebih Murah
Banyak kontraktor kecil hingga proyek renovasi rumah memilih menyewa scaffolding karena biayanya terkesan lebih rendah. Berdasarkan data lapangan, harga sewa scaffolding berkisar Rp30.000–Rp40.000 per set perbulan (sumber: beberapa penyedia sewa scaffolding di Surabaya, 2025).
Rata-rata Rp35.000/set per bulan menjadi patokan yang cukup umum di pasaran.
Keuntungan Menyewa Scaffolding
- Biaya awal lebih rendah sebab tidak perlu mengeluarkan modal besar di awal.
- Sangat menunjang fleksibilitas dan cocok untuk proyek kecil atau proyek sekali jalan.
- Tidak perlu tempat penyimpanan karena setelah selesai, scaffolding bisa langsung dikembalikan.
- Tidak ada biaya perawatan jangka panjang dan risiko perawatan ada di pihak penyewa.
Kekurangan Menyewa Scaffolding
- Kualitas barang tidak selalu bagus, hal ini karena banyak scaffolding sewa yang sudah dipakai berulang kali, sehingga kondisi bisa aus atau kurang stabil.
Bahkan mengutip data OSHA (Occupational Safety and Health Administration), kualitas scaffolding yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja hingga 45%. Jadi sangat riskan jika menggunakannya dalam jangka waktu panjang. - Ketersediaan terbatas sebab tidak semua penyedia memiliki stok cukup, terutama saat musim proyek ramai.
- Jika proyek Sobat Konstruksi jauh dari supplier, beberapa supplier menerapkan penyewaan lokal area bahkan hanya untuk mitra-mitra yang kenal saja.
- Biaya menumpuk jika proyek panjang bahkan untuk proyek lebih dari 6 bulan, biaya sewa seringkali mendekati atau bahkan melebihi harga beli.
Contoh perhitungan sederhana:
- Sewa 1 set = Rp35.000/bulan
- Jika proyek berjalan 12 bulan, biaya total = Rp35.000 x 12 = Rp420.000 per set
Padahal harga beli baru scaffolding 1 set mulai dari Rp460.000 (data SKJ Scaffolding, 2025).
Artinya, untuk proyek panjang, sewa justru tidak jauh berbeda bahkan bisa lebih mahal dibanding beli.
2. Membeli Scaffolding Untuk Investasi Jangka Panjang
Membeli scaffolding baru memang membutuhkan modal lebih besar di awal, tapi keuntungannya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Keuntungan Membeli Scaffolding
- Kepemilikan penuh sebab scaffolding bisa dipakai kapan saja tanpa tergantung pihak ketiga.
- Lebih hemat untuk proyek jangka panjang dan digunakan berulang kali, harga beli bisa tertutup dalam beberapa bulan saja.
- Kualitas lebih terjamin dengan membeli scaffolding baru berarti kondisi lebih kokoh, aman, dan sesuai standar keselamatan.
- Bisa dijadikan aset perusahaan serta nilai jual kembali tetap ada meski sudah dipakai.
Kekurangan Membeli Scaffolding
- Biaya awal lebih tinggi karena membutuhkan modal besar di awal.
- Butuh tempat penyimpanan dan minimal harus ada gudang penyimpanan.
- Perawatan ada di tangan pemilik, Anda harus rajin melakukan pengecekan kondisi material agar tetap aman dipakai.
3. Perbandingan Sewa vs Beli
| Faktor | Sewa (Rp35.000/set/bulan) | Beli (Rp450.000–R470.000/set baru) |
| Biaya Awal | Rendah | Tinggi |
| Durasi Hemat | Proyek < 2 bulan | Proyek > 3 bulan |
| Kualitas | Tergantung kondisi barang | Baru, sesuai standar K1 |
| Ketersediaan | Bisa terbatas | Selalu tersedia karena milik sendiri |
| Penyimpanan | Tidak perlu | Harus ada gudang |
| Perawatan | Tanggung jawab penyewa | Tanggung jawab pemilik |
Dari tabel ini jelas terlihat bahwa menyewa lebih cocok untuk proyek jangka pendek, sementara membeli lebih hemat untuk proyek jangka panjang.
4. Studi Kasus: Renovasi Ruko 2 Lantai
Misalnya, Sobat Konstruksi ingin merenovasi ruko 2 lantai selama 8 bulan.
- Jika sewa:
Rp35.000 x 8 = Rp280.000 per set
Jika butuh 20 set, total = Rp280.000 x 20 = Rp5.600.000 - Jika beli:
Rp460.000 x 20 set = Rp9.200.000
Namun setelah proyek selesai, scaffolding bisa disimpan atau bahkan dijual kembali sekitar 60–70% dari harga beli.
Jika dihitung nilai aset, pembelian masih lebih menguntungkan untuk jangka panjang.
5. Rekomendasi untuk Sobat Konstruksi
Berdasarkan data di atas, berikut rekomendasi:
- Sewa scaffolding → Cocok untuk proyek singkat (1–2 bulan), renovasi kecil, atau proyek satu kali.
- Beli scaffolding → Lebih hemat untuk proyek jangka panjang (lebih dari 3 bulan), proyek berulang, atau jika Sobat Konstruksi adalah kontraktor yang sering menangani pembangunan.
Namun, keputusan tidak hanya soal hemat biaya. Keselamatan kerja juga menjadi faktor penting sebab kecelakaan konstruksi terjadi karena perancah yang tidak layak pakai.
Dengan membeli scaffolding baru dari supplier terpercaya, Sobat Konstruksi bisa mengurangi risiko ini sekaligus memastikan kualitas terbaik.
Baca Juga: Cara Membandingkan Kualitas & Harga Scaffolding dari Berbagai Supplier
6. Solusi Hemat & Aman Untuk SKJ Scaffolding
Kalau Sobat Konstruksi sedang bingung memilih antara sewa atau beli, maka membeli langsung dari grosir scaffolding bisa jadi solusi hemat.
SKJ Scaffolding hadir sebagai supplier scaffolding terpercaya di Surabaya & Sidoarjo, dengan keunggulan:
- Harga grosir lebih murah dibanding toko biasa.
- Produk berkualitas standar K1, aman digunakan untuk proyek besar maupun kecil.
- Tersedia berbagai jenis scaffolding lengkap, mulai dari mainframe, join pin, jack base, hingga aksesoris pendukung.
- Layanan pengiriman cepat bahkan untuk area di luar kota.
- Konsultasi gratis agar Sobat Konstruksi bisa memilih sesuai kebutuhan.
Dengan membeli di SKJ Scaffolding, Sobat Konstruksi tidak hanya mendapatkan harga yang lebih hemat, tapi juga jaminan kualitas untuk keamanan kerja di lapangan.
Perdebatan mengenai mana yang lebih hemat, sewa atau beli scaffolding memang selalu menarik. Jika dihitung jangka pendek, sewa scaffolding Rp35.000/set per bulan memang terlihat lebih murah. Namun, jika proyek berjalan lebih dari 3 bulan atau digunakan berulang kali, membeli scaffolding baru jauh lebih hemat dan aman.
Sobat Konstruksi perlu mempertimbangkan bukan hanya biaya, tapi juga kualitas dan keselamatan kerja. Untuk mendapatkan scaffolding dengan harga grosir, kualitas terjamin, dan layanan terbaik, SKJ Scaffolding adalah pilihan yang tepat.
Jadi, sebelum memutuskan, pikirkan kebutuhan proyek Sobat Konstruksi. Kalau ingin investasi jangka panjang, jangan ragu untuk membeli langsung di SKJ Scaffolding.


