Bagi purchasing, mendapatkan quotation scaffolding bukan hanya menerima angka harga dari supplier.
Quotation adalah dasar untuk membandingkan penawaran, menghitung anggaran, meminta persetujuan internal, hingga menentukan supplier yang akan dipilih. Karena itu, quotation yang hanya mencantumkan “scaffolding RpXXX/set” sebenarnya belum cukup untuk kebutuhan pengadaan proyek.
Sobat Konstruksi tentu tidak ingin sudah menyetujui harga, tetapi ketika barang akan dikirim baru mengetahui bahwa ongkos kirim belum termasuk, PPN dihitung terpisah, stok belum tersedia, atau waktu pengiriman tidak sesuai dengan jadwal proyek.
Lalu, apa saja yang seharusnya ada di dalam penawaran harga scaffolding?
1. Nama Produk Harus Ditulis dengan Jelas
Quotation sebaiknya tidak hanya menuliskan kata “scaffolding”.
Supplier perlu mencantumkan nama atau jenis produk secara spesifik, misalnya:
- Scaffolding T170
- Scaffolding T190
- Ladder Frame
- Catwalk/Pijakan
- Jack Base
- Join Pin
- Cross Brace
- Komponen atau aksesoris lainnya
Lihat Pilihan Produk & Spesifikasi Scaffolding Kami
Tersedia Main Frame, Ladder Frame, Catwalk, Pipe Clamp, dan aksesoris scaffolding standar K3 siap kirim.
Hal ini penting karena istilah scaffolding dapat mencakup berbagai jenis komponen.
Bagi purchasing, nama produk yang jelas akan memudahkan proses pencocokan quotation dengan kebutuhan proyek atau purchase request.
Jangan sampai purchasing membandingkan dua quotation yang terlihat sama, padahal produk yang ditawarkan berbeda.
2. Spesifikasi Produk Harus Dicantumkan
Setelah nama produk, bagian berikutnya yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi.
Untuk scaffolding, spesifikasi dapat mencakup antara lain:
- tipe atau ukuran,
- ketebalan material,
- dimensi,
- jenis komponen,
- kondisi barang baru atau bekas,
- serta spesifikasi lain yang relevan dengan kebutuhan proyek.
Misalnya, jika kebutuhan proyek adalah scaffolding T170 dengan spesifikasi tertentu, quotation sebaiknya menjelaskan produk yang ditawarkan secara spesifik.
Ini penting karena harga tanpa spesifikasi tidak memberikan gambaran yang utuh mengenai nilai barang yang dibeli.
Penelitian mengenai procurement konstruksi juga menunjukkan bahwa kualitas material dan kemampuan supplier merupakan bagian penting dalam pemilihan supplier, bukan hanya harga.
3. Quantity atau Jumlah Barang
Quotation harus menjelaskan dengan jelas berapa jumlah barang yang ditawarkan.
Contohnya:
| Produk | Quantity | Satuan |
| Scaffolding T170 | 50 | Set |
| Catwalk | 50 | Pcs |
| Jack Base | 100 | Pcs |
Quantity menjadi penting karena harga satuan dapat berbeda berdasarkan volume pembelian.
Bagi purchasing, informasi ini juga membantu memastikan bahwa quotation sesuai dengan purchase request, BOQ, atau kebutuhan aktual proyek.
Semakin besar volume pengadaan, semakin penting memastikan quantity tidak hanya tertulis di WhatsApp, tetapi juga tercantum dalam quotation resmi.
Supplier sebaiknya mencantumkan harga satuan secara jelas.
Misalnya:
Scaffolding T170 — RpXXX/set
Dengan adanya harga per unit, purchasing dapat menghitung dan membandingkan penawaran dengan lebih mudah.
Namun, Sobat Konstruksi perlu memperhatikan satu hal:
Harga per unit jangan langsung dianggap sebagai harga akhir.
Masih perlu diperiksa apakah harga tersebut:
- sudah termasuk PPN atau belum,
- sudah termasuk ongkir atau belum,
- berdasarkan quantity tertentu atau tidak,
- dan memiliki ketentuan khusus lainnya.
Penelitian mengenai pengadaan material konstruksi menunjukkan bahwa harga merupakan salah satu kriteria supplier, tetapi proses pengadaan juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti lead time dan kinerja supplier.
5. Total Harga Harus Terlihat Jelas
Setelah quantity dan harga satuan, quotation sebaiknya menampilkan total harga.
Rumus sederhananya:
Quantity × Harga Satuan = Total Harga Barang
Contohnya:
50 set × Rp450.000 = Rp22.500.000
Dengan format tersebut, purchasing dapat melakukan pengecekan dengan lebih cepat.
Jika quotation juga memuat beberapa jenis komponen, total setiap item sebaiknya dipisahkan sebelum dijumlahkan menjadi subtotal.
Hal sederhana seperti ini membantu mengurangi kesalahan perhitungan saat quotation diproses menjadi purchase order.
6. PPN Harus Dijelaskan
Jika transaksi dikenakan PPN, quotation perlu menjelaskan dengan tegas apakah harga yang tercantum:
sudah termasuk PPN atau belum.
Contohnya:
- Subtotal barang
- PPN
- Total setelah PPN
Jangan biarkan purchasing harus menebak apakah angka yang tercantum sudah termasuk pajak.
Bagi perusahaan, perbedaan ini dapat mempengaruhi nilai pengadaan dan proses administrasi internal.
Karena itu, quotation yang profesional sebaiknya membuat komponen pajak terlihat jelas.
7. Ongkos Kirim Harus Dicantumkan atau Dijelaskan
Untuk scaffolding, ongkos kirim merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan.
Barang memiliki volume yang cukup besar sehingga biaya transportasi dapat mempengaruhi total biaya pengadaan.
Karena itu, quotation sebaiknya menjelaskan:
Ongkir: RpXXX
atau jika belum dapat ditentukan:
Ongkir: dihitung berdasarkan lokasi dan volume pengiriman.
Ini jauh lebih baik daripada quotation yang hanya menampilkan harga barang.
Dalam manajemen material konstruksi, material harus tersedia dalam jumlah dan waktu yang tepat dengan biaya yang wajar.
Dengan kata lain, purchasing sebaiknya melihat landed cost, bukan hanya harga barang di supplier.
Apa Kata Kontraktor & Mitratama Tentang SKJ Scaffolding?
Simak pengalaman langsung para kontraktor dan pengembang proyek yang telah mempercayakan pengadaan scaffolding aman & berkualitas standar K3 bersama kami.
8. Estimasi Waktu Pengiriman
Harga sudah cocok, tetapi barang baru tersedia satu bulan lagi.
Apakah quotation tersebut masih sesuai kebutuhan proyek?
Belum tentu. Karena itu, waktu pengiriman atau lead time sebaiknya tercantum dalam quotation.
Contohnya: Estimasi pengiriman: 3–5 hari kerja setelah pembayaran/PO dikonfirmasi.
Atau:
Barang indent: estimasi pengiriman mengikuti jadwal produksi.
Informasi ini penting karena purchasing harus menyelaraskan pengadaan material dengan jadwal pekerjaan proyek.
Studi mengenai supplier selection pada konstruksi juga memasukkan delivery time/lead time sebagai salah satu pertimbangan penting dalam pemilihan supplier.
Dalam proyek konstruksi, keterlambatan material bisa seperti satu pekerja yang tidak datang ke lokasi, pekerjaan berikutnya ikut tertahan.
9. Metode Pembayaran
Quotation juga sebaiknya mencantumkan ketentuan pembayaran.
Misalnya:
- DP sekian persen,
- pelunasan sebelum pengiriman,
- pembayaran setelah barang diterima,
- COD,
- atau ketentuan pembayaran lain sesuai kesepakatan.
Bagi purchasing, informasi ini diperlukan untuk menyesuaikan quotation dengan prosedur keuangan perusahaan.
Jangan sampai harga sudah disetujui, tetapi mekanisme pembayaran baru dibicarakan setelah PO diterbitkan.
Jika ada kebutuhan pembayaran tertentu, sebaiknya dikomunikasikan sejak awal kepada supplier.
10. Masa Berlaku Quotation
Ini salah satu bagian yang sering terlupakan.
Harga scaffolding dapat berubah mengikuti kondisi material, produksi, stok, maupun biaya distribusi.
Karena itu, quotation sebaiknya memiliki masa berlaku.
Contohnya:
Quotation berlaku sampai 15 September 2026.
Dengan adanya validity period, purchasing mengetahui sampai kapan harga tersebut dapat dijadikan dasar pengadaan.
Hal ini juga melindungi kedua pihak dari kesalahpahaman jika proses approval internal perusahaan membutuhkan waktu.
Format Quotation Scaffolding yang Lebih Mudah Dicek
| No. | Produk | Spesifikasi | Qty | Satuan | Harga/Unit | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Scaffolding T170 | Sesuai spesifikasi | 50 | Set | RpXXX | RpXXX |
| 2 | Catwalk | Sesuai spesifikasi | 50 | Pcs | RpXXX | RpXXX |
| 3 | Jack Base | Sesuai spesifikasi | 100 | Pcs | RpXXX | RpXXX |
Jangan Hanya Membandingkan Angka Paling Murah
Sobat Konstruksi, ketika menerima tiga quotation dari tiga supplier, mungkin akan muncul pemikiran sederhana:
“Supplier A paling murah, berarti pilih A.”
Padahal belum tentu.
Misalnya:
Supplier A
Harga barang murah, tetapi ongkir belum termasuk dan lead time lebih panjang.
Supplier B
Harga sedikit lebih tinggi, tetapi ongkir lebih rendah dan barang tersedia.
Supplier C
Harga terlihat murah, tetapi spesifikasi produknya berbeda.
Kalau hanya melihat harga satuan, ketiganya terlihat mudah dibandingkan.
Namun jika seluruh komponen dimasukkan, hasilnya bisa berbeda.
Karena itu, quotation sebaiknya dibandingkan berdasarkan total value, bukan hanya harga satuan.
Riset tentang pemilihan supplier dalam konstruksi menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengadaan memang melibatkan banyak kriteria. Review terhadap literatur procurement konstruksi menemukan ratusan kriteria yang dapat digunakan dalam proses pemilihan, sedangkan studi yang lebih baru mendorong pendekatan best-value procurement dengan mempertimbangkan biaya, waktu pengiriman, pengalaman, dan aspek kualitas.
Mengapa Quotation yang Detail Menguntungkan Kedua Pihak?
Quotation yang detail bukan hanya menguntungkan pembeli.
Supplier juga mendapatkan manfaat karena kebutuhan pembeli menjadi lebih jelas.
Ketika spesifikasi, quantity, harga, ongkir, dan jadwal pengiriman sudah disepakati sejak awal, potensi miskomunikasi dapat dikurangi.
Dalam proyek konstruksi, hal ini sangat penting karena pengadaan material bukan aktivitas yang berdiri sendiri. Material harus tersedia sesuai kebutuhan pekerjaan, jumlah, kualitas, waktu, dan biaya yang telah direncanakan.
Quotation yang jelas pada akhirnya membantu mengubah percakapan “berapa harga scaffolding?” menjadi transaksi pengadaan yang lebih terukur.
Butuh Quotation Scaffolding untuk Proyek?
Kirim kebutuhan jumlah set dan lokasi proyek Anda. Kami bantu hitungkan penawaran scaffolding yang sesuai kebutuhan.
Sumber Referensi
- Suliantoro, Ririh & Pandiangan (2022), International Journal of Procurement Management — penelitian pada perusahaan konstruksi di Jawa Tengah mengenai strategi procurement dan supplier selection. Studi ini menyoroti pengalaman supplier, kualitas material, sistem manajemen kualitas, serta kemampuan supplier sebagai kriteria penting.
- Almahasheer et al. / Construction Procurement Selection Criteria Review, Sustainability (2022) — systematic literature review terhadap 37 artikel peer-reviewed mengenai kriteria procurement konstruksi.
- Supplier selection process in an integrated construction materials management model — Automation in Construction/ScienceDirect — membahas supplier selection dengan berbagai kriteria seperti harga, lead time, cash rebate, dan supplier performance.
- BIM-based search and selection of construction material suppliers (2026) — penelitian terbaru yang membahas pemilihan supplier material konstruksi dan menekankan best-value procurement, termasuk cost, delivery time, experience, quality-management compliance, warranty, dan claim period.
- Ghafoori & Abdallah (2025), International Journal of Construction Management — membahas multi-criteria decision support untuk pemilihan material dan supplier dalam industri konstruksi.


